Kamis, 05 Desember 2013

Urine



Kandungan Pada Urin



Urin mengandung sekitar 95% air. Komposisi lain dalam urin normal adalah bagian padaat yang terkandung didalam air. Ini dapat dibedakan beradasarkan ukuran ataupun kelektrolitanya, diantaranya adalah :

Molekul Organik : Memiliki sifat non elektrolit dimana memiliki ukaran yang reativ besar, didalam urin terkandung : Urea CON2H4 atau (NH2)2CO, Kreatin, Asam Urat C5H4N4O3, Dan subtansi lainya seperti hormon (Guyton, 1996)
Ion : Sodium (Na+), Potassium (K+), Chloride (Cl-), Magnesium (Mg2+, Calcium (Ca2+). Dalam Jumlah Kecil : Ammonium (NH4+), Sulphates (SO42-), Phosphates (H2PO4-, HPO42-, PO43-), (Guyton, 1996)

Warna
Normal urine berwarna kekuning-kuningan. Obat-obatan dapat mengubah warna urine seperti orange gelap. Warna urine merah, kuning, coklat merupakan indikasi adanya penyakit ( Anonim, 2008 ).

Bau : Normal urine berbau aromatik yang memusingkan. Bau yang merupakan indikasi adanya masalah seperti infeksi atau mencerna obat-obatan tertentu ( Anonim, 2008 ).



Berat jenis : Adalah berat atau derajat konsentrasi bahan (zat) dibandingkan dengan suatu volume yang sama dari yang lain seperti air yang disuling sebagai standar. Berat jenis air suling adalah 1, 009 ml. Normal berat jenis : 1010 - 1025 ( Anonim, 2008 ).



Kejernihan : Normal urine terang dan transparan. Urine dapat menjadi keruh karena ada mukus atau pus ( Anonim, 2008 ).

pH : Normal pH urine sedikit asam (4,5 - 7,5). Urine yang telah melewati temperatur ruangan untuk beberapa jam dapat menjadi alkali karena aktifitas bakteri. Vegetarian urinennya sedikit alkali ( Anonim, 2008 ).

Beberpa sebab yang dapat mempengaruhi warna urine
Kuning:
  1. Zat warna normal dalam jumlah yang besar; urobilin, urokom
  2. Zat warna abnormal ; bilirubin
  3. Obat-obatan ; riboflavin (dengan fluoresensi hijau), cascara, santonin, senna. Zat-zat tersebut berwarna kuning dalam suasana asam.
Hijau:
  1. Zat warna normal dalam jumlah besar; indikan
  2. Obat-obatan ; evan’s blue, metilen blue
  3. Mikroorganisme/kuman; B pyocyaneus
Merah:
  1. Zat warna normal dalam jumlah besar; uroeritrin
  2. Zat warna abnormal; hemoglobin, porfirin, porfobilin
  3. Obat-obatan; senna, cascara, santonin, amidopirin, congo red. Zat-zat tersebut berwarna merah dalam suasana basa.
  4. Mikroorganisme / kuman ; B. Prodigiosus

Coklat:
  1. Zat warna normal dalam jumlah besar; indikan
  2. Zat warna abnormal; bilirubin, hematin, porfobilin

Coklat tua:
  1. Zat warna normal dalam jumlah besar; indikan
  2. Zat warna abnormal; darah tua, alkapton, melanin
  3. Obat-obatan; derivat fenol, arginol

Serupa susu:
  1. Zat normal dalam jumlah besar: fosfat,urat
  2. Zat abnormal; getah prostat, zat-zat lemak,chylus, bakteri-bakteri dan protein yang membeku

BAU URINE
Makanan yang dikonsumsi juga bisa mempengaruhi bau urine yang diproduksi. Bau urine juga sering digunakan sebagai deteksi beberapa penyakit, seperti berikut.
1. Bau urine seperti amonia, bisa jadi tanda Anda mengalami dehidrasi.
2. Bau urine membusuk, menunjukkan kemungkinan memiliki infeksi kandung kemih atau infeksi ginjal.
3. Urine berbau manis, bisa menjadi tanda awal dari diabetes.